21 Apr 2009

Bagian 1

Pilihan Allah Bagi Nabi saw. Dan Keluhuran Nasab Beliau Dari Pihak Kedua Orang Tuanya Yang Mulia

Ketika kehendak Allah yang azali berketetapan mewujudkan Sayyidina Muhammad saw. Sebaik-baik makhluk Allah swt. Memilihnya dari umat yang paling mulia, yaitu umat (bangsa) Arab, kemudian Dia menjadikannya dalam kabilah yang  paling mulia dan dari klan yang paling mulia yang memiliki akhlak yang luhur dan sifat-sifat disukai.

Ayahnya yang mulia adalah ‘Abdullah bin Abdil Muththalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushayyi bin Hakim, sedangkan ibunya yang suci adalah Aminah bintu Wahb bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Hakim. Hakim adalah kakek Abdullah yang keempat dan kakek Aminah yang ketiga.

Hakim adalah Ibn Murrah bin Khuzaimah bin Mudrakah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan, sedangkan nasab Adnan bersambung pada Sayyidina Isma’il bin Sayyidina Ibrahim Al-Khalil, semoga Allah mencurahkan kepada keduanya dan kepada Nabi kita shalawat dan salam.

Jika seorang yang bijak dan terbebas dari hawa nafsunya dan kedengkian, merenungkan pada setiap butir dari mata rantai nasab ini, pasti dia akan menetapkan bahwa setiap butir dari butir-butir ini adalah mutiara yang berharga, dan bahwasanya permatanya adalah Sayyidina Muhammad yang diutus sebagai rahmat bagi alam semesta. Semoga Allah bershalawat kepadanya, keluarganya, dan para sahabatnya yang baik dan suci.